Minggu, 07 Juni 2009

Tujuh Masjid Kubah Emas Di Dunia



Ternyata di dunia terdapat hanya tujuh masjid yang berkubah emas termasuk yang ada di Indonesia yaitu Masjid Dian Al-Mahri yang menjadi tujuan wisata religi selain masjid Dian Al-Mahri yaitu Masjid Qubbah As-Sakhran Palestina, Masjid Al Askari di Irak, Masjid Suneri di Lahore, Masjid Jami' Bandar Sri Begawan di Brune, Masjid Sultan Omar Ali Saifudin di Brunei, dan Masjid Sultan Singapura di Singapura.

Label: ,

Rabu, 03 Juni 2009

Menakjubkan


Sungguh menarik data yang ditemukan oleh Dr. Tariq Al-Swaidan berikut ini: Dr, Tariq Al-Sawaidan menemukan sejumlah versi di dalam al-Quran yang menyebutkan persoalan yang sama dengan yang lainnya, misalnya laki-laki dengan wanita.

Meskipun hal ini dipandang dari tata bahasa, namun fakta yang menakjubkan adalah bahwa kata laki-laki dalam al-Quran disebutkan sebanyak 24 kali dan kata wanita juga disebutkan sebanyak 24 kali. Susuanan kata ini tidak hanya benar dalam nilai struktur bahasa, tetapi juga menunjukkan kebenaran secara matematik, misalnya 24=24.

Berdasarkan analisis lebih jauh dari beberapa versi, bahwa kejadian ini terlihat konsisten pada keseluruhan al-Quran, dimana satu hal akan sama seperti hal lainnya.

Lihat bukti dari jumlah kata-kata yang disebutkan dalam al-Quran (versi bahasa Arab) berikut:
1. Dunia (kehidupan sekarang) disebutkan 115 kali. Akhirat (kehidupan setelah dunia ini) disebutkan 115 kali.
2. Malaikat 88 kali, syaitan 88 kali.
3. Kehidupan 145 kali, kematian 155 kali.
4. Kebaikan/manfaat 50 kali, jahat 50 kali.
5. Orang-orang 50 kali, nabi 50 kali.
6. Iblis (raja syaitan) 11 kali, menyelamatkan diri dari iblis 11 kali.
7. Musibah (bencana) 75 kali, syukur 75 kali.
8. Shadaqah 73 kali, kepuasan 73 kali.
9. Orang-orang tersesat 17 kali, syuhada' 17 kali.
10 Muslimin 41 kali, jihad 41 kali.
11. Emas 8 kali, kehidupan yang mudah 8 kali
12. Sihir 60 kali, fitnah 60 kali.
13. Zakat (harta yang dibayarkan orang muslim kepada yang miskin) 32 kali, barakah ( bertambahnya keberkahan harta) 32 kali
14. Pikiran 49 kali, cahaya 49 kali
15. Lidah 25 kali, khotbah 25 kali.
16. Harapan (raqbah, desite) 8 kali, ketakutan, kecemasan (rahbah)8 kali.
17. Berbicara di depan publik 18 kali, pembublikasikan 18 kali.
19. Muhammad 4 kali, syari'ah (ajaran Rasulullah Muhammada) 4 kali.
20. Laki-laki 24 kali, wanita 24 kali.

Dan yang cukup mengagumkan lagi, perhatikan berapa kali kata-kata berikut terlihat:
1. Shalat 5, bulan 12, hari 365
2. Laut 32, tanah 13
3. Laut+darat= 32+13= 45

Laut= 32/45x100= 71,11111111%
Tanah= 13/45x100= 28,88888889%
Laut+tanah= 100%

Ilmu pengetahuan modern sekarang membuktikan bahwa air meliputi 71,111% wilayah bumi, dan tanah (daratan) menutupi 28,889%. Subahanallah, apakah mungkin hal ini merupakan suatu kebetulan? Pertanyaan berikutnya, siapa yang mengajarkan kepada Rasul Muhammad SAW. semua ini? Tentu jawabannya, " Allah-lah yang mengajarkan semua ini kepada Rasul SAW. sebagaimana al-Quran sudah memberitahukan kita."

"Maka ia ( Dzun Nun/Yunus) menyeru dalam keadaan yang sangat gelap[*], "Bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." QS. Al-Anbiya:87)
[*] Yang dimaksud dengan keadaan yang sangat gelap ialah di dalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari. [*]







Label:

Jumat, 15 Mei 2009

Sabar Menghadapi Cobaan

Bagi setiap mukmin adanya cobaan itu adalah sebuah jawaban hidup tentang kepastian. Dimana tidak ada seorangpun yang lepas dari ujian entah itu berupa musibah besar atau kecil, intinya setiap orang kena musibah pasti berbeda-beda. Allah SWT berfirman yang artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya hanya kepada kamilah kamu dikembalikan." (Qs al-Anbiya 35).

Sedangkan untuk hikmah cobaan adalah ujian, untuk mengukur dan mengetahui siapakah yang terbaik dalam mengahadpi ujian tersebut; siapa yang layak masuk surga dan siapa yang harus masuk neraka. Allah SWT berfirman yang artinya:
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di anatar kamu yang lebih baik amalnya. Dan dia Maha Perkasa lagi Maha pengampun."( Qs al-Mulk 2)

Kiat Menghadapi Cobaan

1. Sabar

Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wainnaa ilaihi raaji'un (Qs. Al-Baqarah 155-156).

Mengapa setiap orang harus sabar karena setiap musibah yang datang kepada kita merupakan ketentuan dari Allah dan wajib menerimanya karena itu termasuk kesempurnaan Ridha Allah sebagai Rabb. Adapun keutamaan sabar dalam menghadapai segala cobaan yang diberikan Allah SWT kepada kita yaitu:

-Mendapatkan hidayah
-Mendapat derajat ihsan
-Pahalanya tidak terhitung
-Dijamin surga
-Mendapat kebaikan dan ketenangan
-Mendapatkan ampunan bagi dosa-dosanya
-Mendapatkan derajat syahid
-Mendapatkan balasan yang diimpikan oleh orang orang yang sehat

2. Mengupayakan Selamat

Sabar bukan berarti berpangku tangan dan tinggal, tetapi berupaya untuk menjaga keselamatan diri seperti yang diperintahkan Allah, sebagaimana Allah Swt berfiman dalam Surat (Qs Ar-Ra'd 11): "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

3. Bertaubat Dan Beristigfhar

Setiap cobaan pasti datang akibat dari dosa yang dilakukan kita, maka dari itu segeralah memohon ampunan atau bertaubat dengan mengucap istighfar dan berbenah diri atas keburukan yang dilakukan selama hidup. Allah SWT berfirman "(siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha mendengar dan Maha Mengetahui. " (Qs. Al-Anfal 35)

4. Menyerahkan Nasib kepada Allah

Dari Anas ra, dia berkata : Rasulullah saw bersabda yang artinya: "Janganlah sekali-kali salah seorang kamu mengharapkan kematian karena satu musibah yang menimpanya. Jika dia harus melakukan maka ucapkanlah: "Ya Allah hidupkanlah aku selama hidup itu lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku jika wafat itu lebih baik untukku." (HR. Al-Bukhari-Muslim).

Petikan di atas semoga bermanfaat karena setiap orang harus menanamkan sifat sabar sejak dini dan tetap mengikuti kaidah-kaidah dalam agam islam tentunya pikiran positif juga harus bisa ditanam dalam kehidupan ini. Ilmu dan amalan sebagai nilai yang bermanfaat ketika kita ingin mendapatkanya bentuk kesabaranlah sebagai peluang kesuksesan memimpin kehidupan yang aman dan tentram.

Label:

Rabu, 06 Mei 2009

Kewajiban Terhadap Almarhum

Orang yang masih hidup mempunyai beberapa kewajiban terhadap almarhum atau almarhumah, meskipun orang yang sudah tiada selama hidupnya berbuat hal yang tidak menyenangkan kepada kita selayaknya kita harus tetap mendoakanya. Kewajiban yang harus dilakaukan kita terhadap almarhum/almarhumah, di antaranya:

Pertama: Tidak mencaci maki dan menyebut keburukan-keburukannya, sebaliknya sebutkanlah kebaikan-kebaikannya, Rasulallah saw. bersabda, "Janganlah engkau mencaci orang yang telah meninggal karena mereka sudah sampai kepada apa yang pernah mereka lakukan." "Sebutkanlah olehmu kebaikan kebaikan orang yang telah meninggal janganlah engkau membukakan keburukan-keburukan mereka." "Engkau telah memuji kebaikan-kebaikan jenazah ini, maka pastilah ia masuk surga. Sebaliknya, engkau telah mencaci jenazah ini maka pastilah ia masuk neraka . Kalian saksi-saksi Allah di muka bumi."

Kedua: Membayarkan utang, Rasullah saw. bersabda, "nyawa seorang mukmin tergantung pada utangnya sampai dibayarkan." Bagi orang yang tidak mempunyai harta dan sebelum meninggal berkehendak membayar utangnya, maka Allah akan membayarkan utang untuknya. Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa yang telah menggunakan harta orang lain dengan maksud menyelewengkannya, maka Allah akan menghabiskan hartanya."

Ketiga: Memenuhi nazar, Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa Sa'd bin 'Ubadah bertanya kepada Nabi Muhammad saw., " sesungguhnya ibuku telah meninggal dan ia mempunyai kewajiban nazar yang belum dipenuhinya." Rasulallah saw. bersabda, "penuhilah untuknya."

Amalan untuk almarhum/almarhumah berarti seseorang beramal atas nama almarhum, agar pahala ibadah tersebut dibukukan pada catatan almarhum/almarhumah. menurut imam Ahmad bin Hanbal, telah menjadi kesimpulan ulama bahwa apapun jenis kebaikan yang diniatkan untuk dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal, pahalanya akan sampai kepada almarhum/almarhumah.

Amalan-amalan tersebut, di antaranya:

- Mendoakan dan memohon ampunan
- Bersedekah
- Berpuasa
- Haji
- Shalat
- Membaca Alquran

Hadiah membaca al-Quran akan sampai pahalanya apabila pembaca al-Quran tidak menerima upah karena Rasulullah saw.mengharamkan mencari nafkah dan kekayaan dari membaca al-Quran. Setelah pembacaan al-Quran selesai, pembaca mengucapkan, "ya Allah, sampaikanlah pahala bacaanku ini kepada.....(nama almarhum/almarhumah)."

Label:

Sabtu, 02 Mei 2009

Asma-ul Husna Dan Artinya

bismillah Pictures, Images and Photos

1. Allah
2. Ar-Rahman - Maha Pemurah
3. Ar-Rahim - Maha Penyayang
4. Al-Malik - Maha Merajai/Pemerintah
5. Al-Quddus - Maha Suci
6. As-Salam - Maha Penyelamat
7. Al-Mu’min - Maha Pengaman
8. Al-Muhaymin - Maha Pelindung/Penjaga
9. Al-’Aziz - Maha Mulia/Perkasa
10. Al-Jabbar - Maha Pemaksa
11. Al-Mutakabbir - Maha Besar
12. Al-Khaliq - Maha Pencipta
13. Al-Bari’ - Maha Perancang
14. Al-Musawwir - Maha Menjadikan Rupa Bentuk
15. Al-Ghaffar - Maha Pengampun
16. Al-Qahhar - Maha Menundukkan
17. Al-Wahhab - Maha Pemberi
18. Ar-Razzaq - Maha Pemberi Rezeki
19. Al-Fattah - Maha Pembuka
20. Al-’Alim - Maha Mengetahui
21. Al-Qabid - Maha Penyempit Hidup
22. Al-Basit - Maha Pelapang Hidup
23. Al-Khafid - Maha Penghina
24. Ar-Rafi’ - Maha Tinggi
25. Al-Mu’iz - Maha Pemberi Kemuliaan/Kemenangan
26. Al-Muthil - Maha Merendahkan
27. As-Sami’ - Maha Mendengar
28. Al-Basir - Maha Melihat
29. Al-Hakam - Ma! ha Menghukum
30. Al-’Adl - Maha Adil
31. Al-Latif - Maha Halus
32. Al-Khabir - Maha Waspada
33. Al-Halim - Maha Penyantun
34. Al-’Azim - Maha Agong
35. Al-Ghafur - Maha Pengampun
36. Ash-Shakur - Maha Pengampun
37. Al-’Aliyy - Maha Tinggi Martabat-Nya
38. Al-Kabir - Maha Besar
39. Al-Hafiz - Maha Pelindung
40. Al-Muqit - Maha Pemberi Keperluan
41. Al-Hasib - Maha Mencukupi
42. Aj-Jalil - Maha Luhur
43. Al-Karim - Maha Mulia
44. Ar-Raqib - Maha Pengawas
45. Al-Mujib - Maha Mengabulkan
46. Al-Wasi’ - Maha Luas Pemberian-Nya
47. Al-Hakim - Maha Bijaksana
48. Al-Wadud - Maha Pencinta
49. Al-Majid - Maha Mulia
50. Al-Ba’ith - Maha Membangkitkan
51. Ash-Shahid - Maha Menyaksikan
52. Al-Haqq - Maha Benar
53. Al-Wakil - Maha Berserah
54. Al-Qawiyy - Maha Memiliki Kekuatan
55. Al-Matin - Maha Sempurna Kekuatan-Nya
56. Al-Waliyy - Maha Melinuingi
57. Al-Hamid - Maha Terpuji
58. Al-Muhsi - Maha Menghitung
59. Al-Mubdi’ - Maha Memulai/Pemula
60. Al-Mu’id - Maha Mengembalikan
61. Al-Muhyi - Maha Menghidupkan
62. Al-Mumit - Maha Mematikan
63. Al-Hayy - Maha Hidup
64. Al-Qayyum - Maha Berdiri Dengan Sendiri-Nya
65. Al-Wajid - Maha Menemukan
66. Al-Majid - Maha Mulia
67. Al-Wahid - Maha Esa
68. As-Samad - Maha Diminta
69. Al-Qadir - Maha Kuasa
70. Al-Muqtadir - Maha Menentukan
71. Al-Muqaddim - Maha Mendahulukan
72. Al-Mu’akhkhir - Maha Melambat-lambatkan
73. Al-’Awwal - Maha Pemulaan
74. Al-’Akhir - Maha Penghabisan
75. Az-Zahir - Maha Menyatakan
76. Al-Batin - Maha Tersembunyi
77. Al-Wali - Maha Menguasai Urusan
78. Al-Muta’ali - Maha Suci/Tinggi
79. Al-Barr - Maha Bagus (Sumber Segala Kelebihan)
80. At-Tawwab - Maha Penerima Taubat
81. Al-Muntaqim - Maha Penyiksa
82. Al-’Afuww - Maha Pemaaf
83. Ar-Ra’uf - Maha Mengasihi
84. Malik Al-Mulk - Maha Pemilik Kekuasaan
85. Zhul-Jalali wal-Ikram - Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit - Maha Mengadili
87. Aj-Jami’ - Maha Mengumpulkan
88. Al-Ghaniyy - Maha Kaya Raya
89. Al-Mughni - Maha Penberi Kekayaan
90. Al-Mani’ - Maha Membela/Menolak
91. Ad-Darr - Maha Pembuat Bahaya
92. An-Nafi’ - Maha Pemberi Manfaat
93. An-Nur - Maha Pemberi Cahaya
94. Al-Hadi - Maha Pemberi Petunjuk
95. Al-Badi’ - Maha Indah/Tiada Bandingan
96. Al-Baqi - Maha Kekal
97. Al-Warith - Maha Membahagi/Mewarisi
98. Ar-Rashid - Maha Pandai/Bijaksana
99. As-Sabur - Maha Penyabar


Label: